counter

Sabtu, 17 Maret 2012

KESEHATAN MENTAL: KONSEP SEHAT, SEJARAH SERTA TEORI KEPRIBADIAN YANG SEHAT


Jika kita perhatikan orang-orang dalam kehidupan sehari-hari, maka banyak hal yang kita lihat. Ada orang yg terlihat gembira, bahagia, dapat bergaul dengan sesama atau dengan anggota-anggota keluarganya walaupun ia menghadapi bermacam-macam kesulitan. Namun sebaliknya, ada juga orang-orang yang sering terlihat mengeluh dan mengalami banyak masalah hidup seperti gelisah, kecemasan kronis dan tidak dapat bergaul baik dengan sesama.
            Dan mungkin dari sintom-sintom yang berbeda itulah menyebabkan para psikolog dunia berusaha menyelidiki apakah yang menyebabkan tingkah laku berbeda-beda walaupun orang-orang berada di dalam posisi yang sama. Usaha ini merupakan wewenang dari salah satu cabang termuda psikologi, yaitu ilmu kesehatan mental (psikologi kesehatan mental). Dan sebelum lebih jauh lagi, ada baiknya kita mengetahui dulu apa sebenarnya makna dari ‘sehat’ itu sendiri…
            Sehat dalam definisi WHO (1957) adalah suatu keadaan sejahtera sempurna dari fisik, mental dan sosial yang tidak hanya terbatas pada terbebas dari penyakit dan kelemahan. Konsep sehat ini belum mengakomodasikan dimensi produktifitas dari kelompok umur yang berbeda seperti balita, remaja, dewasa dan usia lanjut. Dalam Ottawa Charter tahun 1986, disebutkan bahwa sehat itu bukanlah tujuan hidup, melainkan alat untuk dapat hidup produktif!
Dalam arti, bisa dikatakan konsep sehat adalah.. Konsep yang timbul dari diri kita sendiri secara sadar mengenai berbagai upaya untuk mendapatkan status sehat bagi tubuh kita.
Jadi, pemahaman konsep sehat ini juga dapat diartikan sebagai keseimbangan, keserasian, keharmonisan antara faktor pikiran (akal), jiwa (spiritual/mental) dan raga (fisik). Konsep sehat inilah yang akan menuntun kita pada pola atau tata laku sehari-hari yang sehat. Sehat disini memiliki 3 dimensi sesuai dengan definisi WHO (1984), yaitu sehat dalam arti fikiran, emosional dan spiritual !
Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya,  misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa. Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.
Baiklah, kembali lagi pada kesehatan mental. Secara singkat dapat dikatakan bahwa ilmu kesehatan mental adalah.. ilmu yang memperhatikan perawatan mental dan jiwa. Sama seperti ilmu pengetahuan yang lain, ilmu kesehatan mental mempunyai objek khusus untuk diteliti dan objek tersebut adalah manusia. Manusia dalam ilmu ini diteliti dari titik tolak keadaan atau kondisi mentalnya. Ilmu kesehatan mental merupakan terjemahan dari istilah mental hygiene !
Mental (Latin: mens, mentis) berarti JIWA, NYAWA, SUKMA, ROH, SEMANGAT. Sedangkan Hygiene (Yunani: hugiene) berarti ILMU TENTANG KESEHATAN.
Jadi, ilmu kesehatan mental adalah ilmu yang membicarakan kehidupan mental manusia dengan memandang manusia sebagai totalitas psikofisik yang kompleks.
Ilmu kesehatan mental ini sebenarnya sudah terkaji jelas dalam bidang psikologi abnormalitas.

Mungkin hari esok lain lagi ceritanya karena ilmu pengetahuan mungkin akhirnya akan menguasai persoalan-persoalan mental. Sesuatu yang paling sulit dari semua bidang untuk diteliti. Sebelum hari esok dan selagi hari ini masih berlangsung, marilah kita memperhatikan masa lampau mental manusia serta gangguannya. Retropeksi akan memberikan kita perspektif dan kerangka untuk memahami apa yang dihadapi sekarang dan kemungkinan-kemungkinan masa depan.
            Hanya perlu diketahui di sini bahwa sejarah yang tercatat melaporkan berbagai macam interpretasi mengenai penyakit mental dan cara-cara menguranginya atau menghilangkannya. Pada umumnya hal tersebut mencerminkan tingkat pengetahuan dan kecenderungan-kecenderungan religious, filosofis dan keyakinan-keyakinan serta kebiasaan-kebiasaan masyarakat jaman itu.
           
JAMAN PRASEJARAH…
Manusia purba sering mengalami gangguan-gangguan baik mental maupun fisik seperti infeksi, arthritis, penyakit pernapasan dan usus, serta arteriosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Tetapi, manusia purba benar-benar berusaha mengatasi penyakit mental. Ia memandang dan merawatnya sama seperti halnya dengan penyakit fisik lainnya. Baginya gigi yang sakit dan seorang yang gila (yang berbicara tidak karuan) disebabkan oleh penyebab yang sama, yakni roh-roh jahat, halilintar atau mantera-mantera musuh. Jadi, untuk penyakit baik mental maupun fisik digunakan perawatan-perawatan seperti menggosok, menjilat, menhisap, memotong dan membalut. Atau juga menggunakan mantera, obat keras dan sihir atau cara-cara lain yang mungkin terpikirkan oleh kawan-kawannya, pemimpin-pemimpinnya atau ia sendiri. Tetapi sungguh menggembirakan karena para pasien sakit mentak diperlakukan secara manusiawi. Mereka tidak dibuang oleh masyarakat, dikurung dalam gua-gua, atau ditertawakan, dipukuli, atau juga dibunuh. Betapapun nenek moyang kita liat dan pengetahuannya kurang, namun dalam menangani penyakit mental mereka memakai cara-cara yang tidak kelihatan lagi pada masa-masa kemudian. Dalam perkembangan selanjutnya pada waktu sejarah mulai tercatat, walaupun ada beberapa pengecualian, peradaban-peradaban manusia ditandai dengan penganiayaan terhadap para pasien sakit mental, diperlakukan dengan kasar dan kejam serta mereka dipandang sebagai pengganggu masyarakat. Lagi pula, dewasa ini terkadang orang memperlakukan para pasien sakit mental tanpa belas kasihan dibandingkan dengan orang-orang jaman purba.

PERADABAN AWAL…
Dalam semua peradaban awal yang kita kenal Mesopotamia, Mesir, Yahudi, India, Cina dan Benua Amerika, imam-imam dan tukang-tukang sihir merawat orang-orang yang sakit mental. Di antara semua peradaban tersebut sepanjang jaman kuno (5000 SM sampai 500 M), penyakit mental mulai menjadi hal yang umum. Bersama dengan penderitaan-penderitaan lain, kekalutan-kekalutan mental menjadi kawan seperjalanan yang setia bagi manusia pada waktu ia bergerak menuju kehidupan yang terorganisasi.

            Dari seiring sejarah yang dilalui tersebut, maka berkembang pula beragam teori mengenai perkembangan kepribadian yang sehat dari beberapa penelitian perkembangan manusia yang merupakan objek utama dari kesehatan mental itu sendiri.
Teori perkembangan kepribadian yang paling banyak diterima adalah teori yang dikembangkan oleh Erikson (1963). Meskipun dibuat berdasarkan teori Freud, teorinya dikenal sebagai perkembangan psikososial dan menekankan pada kepribadian yang sehat, bertentangan dengan pendekatan patologik.
           

Dalam teorinya, Erikson juga menggunakan konsep-konsep biologis tentang periode kritis dan epigenesis, menjelaskan konflik atau masalah inti yang harus dikuasai individu selama periode kritis dalam perkembangan kepribadian. Keberhasilan pencapaian atau penguasaan terhadap setiap \konflik inti ini terbentuk berdasarkan keberhasilan pencapaian atau penguasaan inti sebelumnya.
Freud pun memiliki teori mengenai hal ini. Kepribadian yang sehat menurut Freud adalah jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah dan hasil dari belajar dalam mengatasi tekanan dan kecemasan. Kesehatan mental yang baik menurutnya adalah hasil dari keseimbangan antara kinerja super ego terhadap id dan ego.
Ø  Id.. yaitu aspek biologis adalah struktur paling mendasar dari kepribadian, seluruhnya tidak disadari dan bekerja menurut prinsip kesenangan, tujuannya pemenuhan kepuasan yang segera. Id berisikan hal hal dibawa sejak lahir, termasuk instink. Pedoman dalam berfungsinya das es ialah menghindarkan diri dari ketidak enakan dan mengejar keenakan (prinsip kenikmatan / prinsip keenakan).
Ø  Ego.. yaitu aspek psikologis. Berkembang dari id, struktur kepribadian yang mengontrol kesadaran dan mengambil keputusan atas perilaku manusia. Superego berkembang dari ego saat manusia mengerti nilai baik buruk dan moral.
Ø  Superego.. yaitu aspek sosiologis. Merefleksikan nilai-nilai sosial dan menyadarkan individu atas tuntutan moral. Apabila terjadi pelanggaran nilai, superego menghukum ego dengan menimbulkan rasa salah.

Freud juga membagi perkembangan kepribadian (tahap perkembangan psikoseksual) menjadi 5 tahap/stages..

Jadi seperti inilah teori Erikson dan Freud jika saling dihubungkan..

















Lalu, apakah sebenarnya pengertian dari kepribadian yang sehat itu?
Banyak ahli psikologi percaya bahwa penelitian tentang kepribadian yang sehat akan menjadi fokus utama psikologi. Disiplin lain manakah yang meneliti kondisi manusia? Apakah ada sesuatu yang lebih kuat dalam mengubah dunia kea rah yang baik atau sakit selain kepribadian manusia? Apakah yang lebih berpengaruh terhadap hakikat kehidupan kita selain tingkat kesehatan psikologis yang kita miliki untuk berhubungan dengan masalah-masalah kita?
            Intinya, konsep kepribadian yang sehat itu sangatlah penting! Isinya sulit, menantang dan kompleks, penuh dengan hal-hal yang tidak diketahui serta kebenaran-kebenaran yang tidak sepenuhnya, dan sudah pasti merupakan suatu mode dan juga khayalan. Seperti yg telah kita ketahui, konsep itu menggambarkan topic yang berusaha mencakup kepribadian manusia.
            Ahli-ahli lain mengemukakan bahwa orang-orang yang sehat memakai pandangan subjektif mereka sendiri tentang kenyataan sebagai dasar untuk tingkah laku. Mungkin tidak ada kepribadian yang sedemikian sehat, tidak ada petunjuk untuk kesehatan psikologis yang berlaku sama untuk setiap orang. Kita bukan salinan atau cetakan duplikat satu sama lain dalam neurosis kita atau dalam tingkah laku kita yang lebih normal. Apa sebabnya kita harus dianggap sama dalam bentuk-bentuk kesehatan psikologis kita. Apabila ada sesuatu yang tetap dalam kodrat manusia, kebanyakan para ahli psikologi sependapat, maka hal itu adalah kodratnya yang istimewa…atau khas kita masing-masing adalah unik. :)



SUMBER : 
 
Schultz, Duane. 1991. “Psikologi Pertumbuhan”. Yogyakarta: Kanisius. 

Wong, Donna L, dkk. 2002. “Buku Ajar Keperawatan Pediatrik”. Jakarta: Kedokteran EGC. 

Adisasmito, Wiku. 2010. “Sistem Kesehatan” Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
OFM, Yustinus Semiun. 2006 “Kesehatan Mental: Pandangan Umum Mengenai Penyesuaian Diri dan Kesehatan Mental”. Yogyakarta: Kanisius.

Nurcahyo, H , 2008. “ILMU KESEHATAN JILID 1 untuk SMK, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional”

Sumadi Suryabrata, B.A., M.A., Eds, Ph.D. 2005 “Psikologi Pendidikan” Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 

Nana Syaodi Sukmadinata, Prof.Dr. 2004. “Landasan Psikologi Proses Pendidikan”. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya.

Senin, 02 Januari 2012

ANALISIS JURNAL PSIKOLOGI


Jurnal Psikologi adalah wilayah yang sangat besar penelitian dan kemajuan baru yang dibuat berkaitan dengan pemecahan masalah yang sering kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Jurnal Psikologi kini juga dapat ditemukan di berbagai situs Web yang berhubungan dengan psikologi. Terkadang jurnal menampilkan karya psikolog terkenal. Dengan hadirnya berbagai jurnal seperti ini memudahkan kita dengan up to date dengan semua kejadian dalam bidang psikologi. Kita akan dengan mudah dapat melihat bagaimana psikolog lain menjelaskan berbagai situasi dalam ruang lingkup psikologi.
Dan salah satu contoh jurnal psikologi yang saya temui adalah terdapat pada situs :
 http://www.psychologymania.com/2011/09/hippocampal-and-amygdalar-volumes-in.html

Seperti judul yg telah disebutkan oleh jurnal tersebut,

Hippocampal and Amygdalar Volumes in Dissociative Identity Disorder…jurnal ini menjelaskan dengan sangat mendalam mengenai Gangguan Disosiasi Identitas !

Gangguan disosiasi identitas ditandai dengan adanya dua atau lebih identitas bagian kepribadian, masing-masing dengan pola yang relatif sama, yang berkaitan dengan, dan berhubungan dengan diri dan lingkungan (DSM-IV-TR). Setidaknya dua identitas ini berulang mengendalikan perilaku seseorang. Gangguan disosiasi identitas sering disertai dengan amnesia disosiatif, yang dicirikan oleh ketidakmampuan untuk mengingat informasi pribadi yang penting yang terlalu luas untuk dijelaskan oleh kelupaan biasa. Pasien dengan gangguan disosiasi identitas juga umumnya mengalami berbagai gejala lainnya, termasuk gejala depersonalization, derealization, spontan autohypnotic, gejala seperti pseudopsychotic pengaruh pasif dan mendengar suara-suara halusinasi mengubah identitas, dan beberapa gejala somatoform. Dalam penelitian klinis, sebagian besar pasien dengan gangguan identitas disosiatif juga telah ditemukan untuk memenuhi kriteria DSM-IV-TR untuk posttraumatic stress disorder (PTSD). Dalam studi epidemiologi populasi umum, prevalensi gangguan disosiasi identitas telah ditemukan berkisar antara 1% hingga 3%.
Yang menarik bagi saya, di jurnal ini juga menerangkan secara rinci penelitian yang dilakukan klinisi terhadap pasiennya beserta hasil yang ia peroleh. Jadi disini kita dapat mengetahui bahwa Lima belas pasien dengan gangguan disosiasi identitasf dibandingkan dengan 23 subjek sehat tanpa gangguan kejiwaan. Semua subjek yang berpartisipasi adalah perempuan. Gangguan disosiasi identitas pada penderita rawat jalan direkrut melalui Program trauma Disorders Program of Sheppard Pratt Health System in Baltimore. Diagnosis gangguan disosiatif identitas ditegakkan dengan Structured Clinical Interview for DSM-IV Dissociative Disorders (SCID-D) (23) dan consensus diagnosis psikiater yang menggunakan kriteria DSM-IV-TR dan hasil wawancara SCID-D. Penderita dengan gangguan disosiatif identitas dinilai untuk diagnosis PTSD, sebuah konsensus diagnosis PTSD berdasarkan kriteria DSM-IV-TR untuk PTSD dan skor lebih dari 50 pada skala perintah klinis PTSD (24). Perbandingan subjek sehat dinilai untuk terjadinya gangguan kejiwaan apapun dengan Structured Clinical Interview for DSM-IV-TR Axis Disorders, Research Version, Non-pasien Edition (SCID-NP) (25) dan untuk adanya gangguan disosiatif dengan SCID-D. Masa trauma kanak-kanak ini dinilai dengan Trauma Awal Inventory, yang handal dan instrument valid untuk pengukuran yang dilaporkan trauma awal sendiri (26). Penderita dan perbandingan subjek dikecualikan jika mereka yang menderita medis neurologis serius atau penyakit, termasuk hipertensi atau diabetes, seperti yang ditentukan berdasarkan riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan temuan uji laboratorium; saat paparan steroid oral atau intravena; penyakit Cushing's; dan gangguan mental organic atau psikotik. Subyek tetap (misalnya, pecahan peluru); riwayat trauma kepala, yang didefinisikan sebagai sebuah pukulan di kepala dengan kehilangan kesadaran berikutnya lebih dari 60 detik atau patah tulang tengkorak atau riwayat penyakit infeksi otak juga dikecualikan dari studi tersebut. Perbandingan subyek dengan gangguan jiwa saat ini berdasarkan dari SCID-NP dan penilaian SCID-D juga dikecualikan. Gangguan disosiasi identitas subjek tidak dilibatkan jika mereka memenuhi kriteri dengan DSM-IV-TR untuk skizofrenia atau gangguan bipolar.
Dari sini bisa kita simpulkan bahwa jurnal tersebut merupakan contoh jurnal penelitian. Jurnal penelitian adalah hasil laporan penelitian yang telah dilakukan oleh Peneliti lain. Biasanya laporan ini dimasukkan dalam terbitan kumpulan jurnal bersama-sama dengan laporan Peneliti lain.
Anda tertarik untuk membuat jurnal yang tak kalah menarik?

Sumber tambahan : http://myskripsi.wordpress.com/2009/10/24/manfaat-jurnal/

Senin, 28 November 2011

Kemudahan Dunia Psikologi Dalam Lingkup Aksesnya di Media Internet


           Sepertinya memang sudah terlihat jelas beragam manfaat yang bisa kita dapatkan di dalam sumber informasi elektronika bernama Internet.
            Ya!
Bagi saya pribadi ini sangat membantu mencari informasi secara ‘kilat’ guna menambah pengetahuan dan pemahaman saya, salah satunya dalam ruang lingkup psikologi yang saat ini menjadi ‘background’ pendidikan saya di jenjang perguruan tinggi .
            Kali ini saya akan sedikit meresensikan salah satu situs online di internet yang menurut saya kehadirannya cukup bermanfaat bagi dunia psikologi, yaitu …


            
            Psikologi Online tampil dengan kutipan ‘super’ …



           Seperti yang sudah dijelaskan pada halaman pertama situs ini, Psikologi Online merupakan situs publikasi artikel atau e-book yang erat kaitannya dengan psikologi. Situs ini ditulis sebagai naskah publikasi popular. Tulisan dalam situs ini tidak dimaksudkan sebagai referensi tulisan ilmiah, jadi disini kita dapat bebas menggunakan tulisan dalam situs ini sepanjang tidak untuk kepentingan komersial, tetapi kita wajib mencantumkan situs ini beserta penulisnya karena tulisan juga merupakan karya cipta yang dilindungi.
            Psikologi Online ini menampilkan berbagai option pada menu home.


Salah satunya yaitu :


ARTIKEL PSIKOLOGI…
Seperti yang tercantum di atas, kita bisa mendapatkan berbagai macam artikel psikologi yang kita butuhkan dengan banyak kategori. Kemudian …


KONSULTASI…
Disini, situs online ini berusaha menawarkan jasa pelayanan konsultasi psikologi berbasis forum.  Ini jelas sangat bermanfaat. Karena menurut info yang saya dapatkan dari http://webkonseling.blogspot.com/, Konsultasi merupakan salah satu cara yang tepat untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan-permasalahan dalam hidup. Konsultasi juga membantu kita untuk mengidentifikasi masalah, mencari solusi atau alternatif yang tepat dan menyadarkan akan adanya potensi dari setiap manusia untuk dapat mengatasi berbagai permasalahannya sendiri.
Dan satu lagi yang menarik dari Psikologi Online ini !


TES PSIKOLOGI…
Situs juga menghadirkan berbagai macam tes psikologi dengan hasil yang menurut saya cukup akurat, seperti …


Dari info yang saya dapatkan di http://www.tespsikologi.com/ , Tes Psikologi atau psikotes seperti yang disuguhkan Psikologi Online ini bertujuan untuk mengukur fungsi kognitif dan emosi seseorang. Jadi, dari sini kita dapat mengetahui karakteristik maupun kepribadian diri dan kitapun dapat mengukur sejauh mana intensitas diri kita berinteraksi di lingkungan sekitar serta memperbaikinya.
Dan dari semua yang saya paparkan, yang perlu digaris bawahi dari situs ini adalah manfaatnya memberikan pengetahuan dalam lingkup psikologi dengan cara online !
Internet memang mampu memberikan banyak pengaruh positif serta manfaat kemudahan bahkan untuk dunia psikologi sekalipun !
Sungguh sesuatu !

Jumat, 14 Oktober 2011

KEPRIBADIAN SESEORANG SERTA INTENSITASNYA DALAM SITUS MAUPUN JEJARING SOSIAL DI DUNIA KOMUNIKASI INTERNET


Saya memiliki banyak teman. Teman dekat maupun sahabat, semuanya selalu hadir dan berada di tengah-tengah kehidupan nyata dan kehidupan ‘maya’. Ya ! sekarang cara berinteraksi pun bisa dengan mudah kita dilakukan di dunia maya. Apalagi saat ini sudah banyak mewabah situs persahabatan ataupun jejaring sosial di internet.
Baiklah ..
Untuk kali ini, seperti judul yang saya sebutkan di awal tulisan penuh 'sesuatu' ini, saya akan sedikit membaca kepribadian seseorang melalui dunia luas bernama internet tersebut.
Dan ‘korban' yang akan saya bahas kali ini adalah salah satu teman dekat saya…sangat dekat…dekat sekali ! Dia sudah menjadi sahabat saya...sahabat terbaik…dan bahkan sudah lebih dari itu !
Saya melihat jelas kehadirannya di situs persahabatan facebook sejak akhir desember 2009 lalu. Memang tidak ada yang begitu mencolok dari akunnya. Dia memakai nama asli di bagian depan dan memasang foto seorang lelaki yang sedang duduk dengan model rambut ‘gondrong’nya. 
Dan itu memang dia ! Robby Aska ..
Ketika saya lihat aktifitas di profilnya, terkadang hanya berisi pemberitahuan foto-foto yang baru dia unggah langsung dari sebuah situs permainan Point Blank. Mungkin dari situ sudah terlihat bahwa dia adalah penggemar game. Dari status yang dia bagikan di beranda pun terlihat standar dan sangat singkat, seperti:
“sabar ya”

“hahahahaha”

atau ..

“selalu setia”

Saya memang tidak tahu persis apa maksud yang ingin dia sampaikan seperti contoh yang saya sebutkan tadi kepada teman-temannya di facebook. Tetapi, dari situ saya bisa membaca dengan jelas sikapnya yang begitu simpel dan apa adanya.
 Dan yang saya perhatikan dari profilnya di jejaring sosial tersebut adalah aktifitas statusnya yang tampil hanya 2 kali atau bahkan sekali dalam setiap minggunya. Bisa saya simpulkan bahwa mungkin situs dunia maya baginya hanyalah sebagai komunikator kecil yang dia sambangi di waktu senggang. Dalam arti bahwa dia merupakan salah satu orang yang lebih intens bersosialisasi di lingkungan kesehariannya (kehidupan nyata) di bandingkan di dunia maya.

Selain itu, di akun facebooknya tersebut dia selalu terlihat baik-baik saja. Dia jarang sekali meng’update’ berbagai masalah maupun keluh kesahnya di profil. Saya jarang sekali menemui hal itu. Dan dari situ saya berpikir, bahwa dia adalah seseorang yang mungkin tidak begitu mudah atau bisa dikatakan cukup sulit untuk menceritakan berbagai masalahnya kepada orang lain. Mungkin dia merasa bahwa, apapun yang akan dia ceritakan di profil facebooknya, pada kenyataannya orang-orang akan tetap menilai dirinya baik-baik saja dan tidak akan benar-benar bisa memahami sekecil apapun masalah yang sedang dia hadapi.
Saya yang merupakan salah satu figur yang cukup dekat dengannya juga mengenali sifatnya yang simpel itu. Dalam kesehariannya pun sebenarnya dia tidak pernah mengeluh terhadap sebesar apapun masalah yang di alaminya. Dan itu merupakan nilai plus bagi saya untuk mengikuti sikap optimis dan kesederhanaan yang dia miliki.
Jujur, saya tidak tahu apakah seseorang yang sedang saya bicarakan ini melihat tugas ini. Tetapi, jika saat ini nyatanya dia memang sedang membaca tugas saya ini, saya hanya ingin berpesan,
Tanggapilah tulisan ini dengan senang hati !!! hahahahaha ..
Saya berterima kasih karena kepribadiannya sudah sempat berkolaborasi di dalam otak saya untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Psikologi & Teknologi Internet di blog saya ini.
Sesuatu sekali yah… :)

Jumat, 30 September 2011

TEKNOLOGI INTERNET: PENGARUH SERTA MANFAATNYA TERHADAP KEHIDUPAN


Jujur, awalnya saya tidak terlalu mengetahui pengertian sebenarnya dari sebuah teknologi praktis ini. Mungkin karena saya sendiri belum terlalu memahami bagaimana berbagai rangkaian bisa membentuk sebuah internet. Menurut saya pribadi, internet merupakan sebuah jaringan komputer yang memudahkan kita dalam berbagi dan terhubung dengan berbagai macam berita dan informasi dari seluruh dunia. Namun saya menemukan sedikit informasi dari sejarah singkat internet itu sendiri. Dan ternyata sejarah dan prosesnya sendiri memang cukup rumit dari yang kita ketahui .
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969 melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX . 
Kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmissian Control Protocol/ Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu, ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Awal pengenalan internet di Indonesia sendiri dimulai pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktivitasnya, terutama yang melibatkan perdagangan Internet. Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet.
Jadi menurut saya, bisa dikatakan internet merupakan teknologi modern sebagai jembatan ilmu yg memudahkan kita dalam mencari informasi. Modern disini saya artikan sebagai teknologi mudah dan semakin praktis penggunaannya, karena sekarang saya telah menikmati manfaatnya hanya dengan menyambungkan sebuah modem ke perangkat komputer.
Sebagai mahasiswi, saya sangat terbantu dengan adanya teknologi internet ini. Karena bagi saya, internet merupakan ‘koran elektronik’, saya katakan demikian karena memang banyak sekali informasi yang saya dapatkan dari sebuah teknologi praktis ini. Dan ini sangat membantu saya dalam menyelesaikan tugas perkuliahan dengan cepat dan mudah. Bagi saya pribadi, itu sesuatu sekali .
Tidak terlepas dari manfaat internet sendiri, kita sebagai pengguna teknologi praktis inipun harus bisa menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Jadikanlah salah satu kemajuan dunia teknologi ini sebagai sarana untuk menjadikan diri kita sebagai generasi bangsa yang cerdas dan pintar dalam menjaga pemanfaatan IPTEK.
Alhamdulillah yah !


Sumber tambahan: http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet