counter

Selasa, 22 Februari 2011

Aplikasi Matematika yang Mempunyai Nilai-Nilai Psikologi


Seminggu yang lalu, tepatnya pada saat dosen menberikan tugas dengan tema 'Aplikasi Matematika yang Mempunyai Nilai-Nilai Psikologi'. Hampir serentak semua teman-teman yg saya lihat tampak dengan berbagai pertanyaan dimatanya. Salah satu teman disamping sayapun seketika bertanya kepada saya "Untuk apa sih kita mesti mempelajari matematika? apa mungkin setiap pasien yang datang untuk konsultasi pada psikolog nanti ada yang bertanya tentang luas lapangan? tinggi pohon atau jumlah penduduk pulau Jawa?”.
Tetapi pada kenyataannya, metematika memang selalu digunakan pada berbagai ilmu. Disini saya akan mulai membahas dari contoh kecilnya. Pada perkembangan anak saja, logika matematika bisa membantu daya berpikir otaknya dalam berpikir secara logis. Hal ini juga dibuktikan dari penalaran behaviorisme, dalam arti tingkah laku yang sering dibahas dalam ilmu psikologi.
Menurut Good.Et.Al (1990), behaviorisme (tingkah laku) yang dipengaruhi dari rangsangan (stimulus), respon serta penguatan dapat diperhatikan dan diukur. Jadi, hal inilah yang membuat aplikasi matematika yg identik dengan hitung-menghitung juga dibutuhkan dalam penerapan ilmu di bidang psikologi.
Salah satu contoh aplikasi yg menunjang bagi ilmu psikologi ini adalah statistika. Statistika sendiri adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu sosial maupun ilmu alam biologi pada psikologi. Dalam praktik membuat psikotes, statistika juga digunakan untuk menganalisis dan menghitung hasil dalam bentuk diagram ataupun grafik.
Sudah terbukti bahwa ilmu psikologi banyak dipengaruhi oleh aplikasi matematika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika, biometrika (atau biostatistika), dan psikometrika.
Itulah beberapa contoh kecil yang bisa saya paparkan disini. Tentunya dari berbagai macam sumber yang saya pelajari. Semoga bisa menambah sedikit wawasan serta menjawab berbagai pertanyaan yang sering ditemui dalam bidang psikologi. Semoga bermanfaat :)))

Jumat, 26 November 2010

Manusia dan Pandangan Hidup

Dengan memiliki pandangan hidup (konsepsi tentang kehidupannya) maka manusia merasa mempunyai peta dan rencana untuk mengarahkan kehidupannya agar lebih berarti. Hal itu tergantung dari pandangan ekonomi yang dimilikinya apakah menganut Kapitalisme ataukah Sosialisme yang nantinya memunculkan juga manusia yang cenderung ingin mempunyai kekuasaan, bermasyarakat, berpengetahuan dan memiliki rasa berkesenian dan beragama.
Pandangan hidup akan berhubungan dengan cita-cita seseorang dimana cita-cita harus diiringi juga dengan kualitas, kemampuan dan tinggi-rendahnya cita-cita dari manusia tersebut.
Untuk menggapai cita-cita harus diiringi juga dengan kebajikan maupun etika dimana hal tersebut tergantung dari bentuk masyarakatnya, apakah tradisional (Gemeinschaft, dimana kebajikan dan etika berbentuk adat istiadat dan norma-norma) ataukah modern (Gesellschaft, kebajikan dan etika termasuk dalam kehidupan bersosial, jurnalistik dan politik).

sumber tambahan (simile.word)

Manusia dan Keadilan

Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama. kalau tidak sama, maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti ketidakadilan.
Berbicara tentang keadilan, Anda tentu ingat akan dasar negara kita ialah Pancasila. Sila kelima Pnacasila, berbunyi : "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."
Dalam dokumen lahimya Pancasila diusulkan oleh Bung Kamo adanya prinsip kesejahteraan sebagai salah satu dasar negara. Selanjutnya prinsip itu dijelaskan sebagai prinsip "tidak ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka". Dan usul dan penjelasan itu nampak adanya pembauran pengertian kesejahteraan dan keadilan.
Bung Hatta dalam uraiannya mengenai sila "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" menulis sebagai berikut " keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur." Selanjutnya diuraikan bahwa pars pemimpin Indonesia yang menyusun UUD 45 percaya bahwa cita-cita keadilan sosial dalam bidang ekonomi ialah dapat mencapai kemakmuran yang merata.

sumber tambahan (Junior’s blog)

Manusia dan Penderitaan

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidalmya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenilcmatan dan kebahagiaan.

Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bennakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya

sumber tambahan (duniapunyaarti.blogspot.com)

Manusia dan Tanggung jawab


Tanggung Jawab,adalah kata yang sudah mutlak dimiliki setiap orang ,terutama apabila seseorang tersebut sudah mengenal kehidupan,lebih tepatnya sudah beranjak dewasa.Tanggung Jawab disebut juga tuntutan,atau suatu hal yang harus dialakukan karena telah melakukan sesuatu.Tanggung Jawab itu banyak macamnya,diantaranya adalah:
- Tanggung Jawab terhadap Tuhan YME
Tanggung Jawab yang ini sangat utama sekali.karena pada Tuhan lah seharusnya kita menyembah dan memohon ampunanNYA.Tanggung Jawab yang dimaksud disini juga ialah bagaimana seseorang yang beragama dan mempunyai agama ataupun menganut agama tertentu juga yang percaya akan kekuasaan Tuhannya untuk dapat menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan dalam Agamanya.
Selain itu,bagaimana seseorang dapat menjaga keimanannya dan untuk rajin berdoa/beribadah dan menyembah Tuhannya.Sebagai contoh saya sebagai seorang muslimin,dituntut untuk rajin beribadah,yaitu sholat 5 waktu,berdzikir menyebut dan memuji namaNYA,bersedekah,mengasihi sesama,berbuat baik ,dan ajaran-ajaran lain yang baik dan menjauhi segala larangan Allah SWT, untuk agama lain seperti ke gereja, ke tempat beribadah lainnya untuk melakukan ritual tanggung jawab ke pada tuhannya

- Tanggung Jawab terhadap orang tua.
Orang tua adalah dua orang hebat dan sangat berjasa dalam kehidupan saya.Tanggung Jawab saya terhadap mereka sangatlah berat,walaupun mereka tidak sepenuhnya menuntut anaknya untuk membalas semua yang telah mereka berikan untuk anaknya,tetap saja sebagai seorang anak wajib dann harus memberikan pembuktian kepada orang tuanya.Pembuktian itu dapat dimulai dari hal yang kecil tergantung samapi dimana anak tersebut sudah menjalani hidupnya/sedang sampai tahap umur berapa anak tersebut.

sumber tambahan (fikriaulia.blogspot.com)